Tuesday, January 4, 2011

Day 2

Jumat, 2 Juli 2010
07.30 WIB, Kantor Kecamatan Entikong
Pagi ini kami bertemu dengan Bapak Ignatius Irianto, Camat Entikong. Kami disambut dengan hangat dan sarapan prasmanan.
Banyak hal yang disampaikan oleh Bapak Ignatius tentang Desa Nekan, Desa tujuan program K2N kami.
Menurut Bapak Ignatius warga di daerah tidak hanya perlu penyuluhan tetapi juga perlu pendampingan. Tanpa pendampingan yang bersifat berkelanjutan, banyak program yang berjalan tidak sesuai dengan tujuan awal. Hal ini berakibat hasilnya tidak sesuai dengan yang diharapkan.
Sementara itu di beberapa tempat di kecamatan entikong sudah memiliki hasil perkebunan yang lumayan dapat dijual. Misalnya, lele dan kokoa di Semanget; kokoa di Suruh Tembawang dan Pala Pasang; serta lada dan beras di Nekan. Hanya saja untuk penjualan masih dalam bentuk mentah, hal ini membuat nilai jual hasil perkebunan tersebut rendah. Hal ini mungkin tidak akan terjadi apabila masyarakat sudah terlatih untuk memproduksi hasil perkebuanan mentah tersebut menjadi produk-produk siap pakai yang tentunya akan bernilai jauh lebih tinggi.


10.09 WIB, Pos Gabma
Entikong merupakan pelabuhan darat yang merupakan persinggahan dari 3 negara, yaitu Indonesia, Malaysia, dan Brunei Darussalam.
Menurut Bapak Supriyadi, hukum adat di daerah yang akan kami tuju bersifat lebih utama daripada hukum negara. Maka dari itu, adat istiadat harus dimaklumi dan dilaksanakan.
Hal yang harus dilakukan dalam menghadapi masyarakat adalah melakukan pengayoman terhadap masyarakat.

10.30 WIB, Pasar Entikong
Kami berbelanja berbagai keperluan logistik. Setelah berbelanja kami segera menuju Dusun Punti Tapau menggunakan ojek yang sudah disediakan.

11.30 WIB, Rumah Kepala Desa Nekan, Dusun Punti Meraga
Perjalanan sekitar setengah jam menuju Desa Punti Tapau dan Meraga yang bersebelahan letaknya ini lebih dari setengahnya melalui jalan yang sudah dibeton, sedangkan sisanya jalan tanah berbatu yang cukup licin apalagi saat itu suasana memang gerimis.

Monday, January 3, 2011

Day 1

Kamis, 1 Juli 2010
03.00 WIB, PPMT Kampus UI Depok
Saya sampai di PPMT membawa seluruh barang bawaan saya selama 1 bulan ke depan sebagai bekal dalam mengikuti program K2N UI 2010. Dalam program K2N ini saya mendapat penempatan titik di daerah Entikong bersama Tim Imam Bonjol yang terdiri dari 5 orang yaitu Agung Wibowo (Sejarah'07), Gabriella Cynthia (HI'07), Lisayoesti Puspa (Geografi'07), Rakhel Adinda Victoria (Psiko'07), dan saya sendiri, Widya Rama Sujiwati (Keperawatan'07). Di Entikong kami akan bersama dengan teman-teman dari Tim Cut Nyak Dien yaitu Dela Aptika Gusani (K3'08), Fathiya Azhar (Perpustakaan'07), Lona Evitha Sirait (Psiko'07), Putri Sekarwangi (Antrop'08), dan Wildan Hamengkunegoro (Hukum'07).

04.45 WIB, Bis kuning menuju bandara
Bis kuning kami segera meluncur ke Bandara Soekarno-Hatta. Sekitar 1 jam kemudian kami sampai di bandara dan mulai melakukan loading barang-barang dari bis.

Diary Entikong

3 Januari 2011, Selamat Tahun Baru!!

From UI to the Border of the Country..

K2N UI 2010 merupakan pengalaman sekali seumur hidup yang tidak akan pernah saya lupakan. I'm so blessed with this experience. K2N UI 2010 dengan tema "Turut Menjaga Keutuhan NKRI di Pulau-Pulau Terdepan dan Perbatasan" di bulan Juli lalu, akan saya ceritakan sedikit demi sedikit dari sudut pandang seorang mahasiswa yang masih buta akan pengalaman hidup. Terlebih hidup di daerah perbatasan, jauh dari kota besar dan segala kemegahannya, serta jauh dari kemanjaan duniawi.

Kenapa baru saya tulis sekarang?
Tidak ada alasan khusus, hanya saja setelah 6 bulan berlalu saya benar-benar menyadari bahwa pengalaman ini masih terasa segar seperti baru kemarin.Namun, sebagai manusia rasa khawatir segala detail akan terhapus oleh waktu serta agar tidak terlalu lama mengendap pun muncul, jadi lebih baik saya mulai menuliskannya dan membaginya kepada siapapun yang mau membaca. Siapa tahu kan ada yang bisa mendapatkan sesuatu dari tulisan yang lagi-lagi, bersumber dari sudut pandang saya yang terbatas dan masih buta akan kehidupan, baik hanya sebagai hiburan semata ataupun syukur-syukur jika ada yang mendapat inspirasi dari ini.

Sedikit klarifikasi dari post sebelumnya dimana sebelumnya saya menulis bahwa saya akan melaksanakan tugas K2N UI 2010 di Desa Suruh Tembawang, ternyata pada detik-detik terakhir kami (baca: saya dan rekan-rekan tim K2N Entikong) baru tahu bahwa kami akan melaksanakan tugas tersebut di Desa Nekan, Dusun Punti Tapau. Ini merupakan info awal yang nantinya akan kami gali mengenai tempat tersebut. Rutenya masih sama, hanya saja tanpa berperahu karena Punti Tapau tidak sejauh Suruh Tembawang. Jakarta - Pontianak (udara), Pontianak - Entikong (darat), Entikong - Punti Tapau (darat).



Friday, October 8, 2010

Multiple Pregnancy

Apa itu Multiple Pregnancy?
Multiple pregnancy atau kehamilan yang lebih dari satu, atau umumnya disebut kembar merupakan kehamilan dimana si wanita memiliki dua atau lebih fetus (janin), disebut juga multiple gestation (Murray, 2007). Insiden kejadian kembar bervariasi dan tertinggi pada orang-orang Afrika-Amerika, wanita dengan usia yang lebih tinggi dan pernah melahirkan, serta wanita dengan postur tinggi dan cenderung lebih gemuk. Angka insiden ini lebih rendah pada populasi orang Asia (Ladewig, 1998). Kejadian pada multiple pregnancy dengan tiga atau lebih janin meningkat seiring penggunaan obat kesuburan dan in vitro fertilization (Bobak, 2000). Angka kejadian dengan tiga janin (triplets) memiliki perbandingan 1 : 7600 dari angka kehamilan. Hal ini dapat terjadi karena pembelahan dari satu zigot menjadi dua, dengan salah satu dari kedua zigot tersebut kemudian membelah lagi membentuk triplets yang identik. Atau dapat juga terjadi dengan produksi dari dua zigot, salah satunya membelah menjadi sepasang kembar identik dan zigot kedua merupakan saudara tunggal; atau dapat berasal dari tiga zigot langsung.
Kembar dapat fraternal (seperti saudara kandung biasa) atau identik.

Thursday, October 7, 2010

Rokok dan Anak

Analisis terbaru pada Survei Perilaku Berisiko pada Anak Muda tahun 1997 menunjukkan bahwa prevalensi merokok tembakau yang terkini di antara pelajar sekolah tinggi di Amerika Serikat meningkat dari 27,5% pada tahun 1991 menjadi 36,4% pada tahun 1997 dan 42,7% pelajar mengkonsumsi rokok, tembakau yang tidak dibakar, atau cerutu selama 30 hari sebelum survey dilakukan (Center for Disease and Prevention, 1998c). Pada tahun 1997 juga terdapat peningkatan kecenderungan di antara semua subkelompok rasial dan etnik. Perilaku meroko dewasa ini meningkat menjadi 80% pada pelajar kulit hitam, 34% pada pelajar hispanik, dan 28% pada pelajar kulit putih (Centers for Disease and Prevention, 1998c).
Di Indonesia sendiri, menurut Data Survei dan Ekonomi Nasional (Susenas) tahun 2006 menunjukkan prevalensi perokok remaja usia 15-19 tahun meningkat sebanyak 144% antara tahun 1995 dan 2004. survey ini juga memperlihatkan perook yang mulai merokok pada umur 5-9 tahun meningkat lebih dari empat kali lipat sepanjang 2001 sampai 2004. Menurut Ketua Umum Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA), Arist Merdeka Sirait, melindungi anak dan perempuan dari bahaya merokok sebagai zat adiktif adalah amanat UU Perlindungan Anak No. 23 tahun 2002 dan Konvensi PBB tentang Hak Anak. Maka sudah sewajarnya tren merokok pada anak ini harus dikurangi dan dihilangkan.
Merokok tentu saja tidak hanya merugikan diri sendiri tetapi juga dapat merugikan orang lain di sekeliling si perokok, yang biasa disebut sebagai perokok pasif.