Sunday, March 29, 2026

Day 8

Gawai Dayak Sanggau

Kamis, 8 Juli 2010

Hari ini kami, Tim Imam Bonjol dan Kak Sandy, pergi ke Gawai Dayak di Sanggau. Kami bergantian dengan kelompok sebelumnya untuk mengunjungi pesta Gawai se-Kabupaten tersebut.

Untuk menuju Sanggau kami harus naik ojek keluar kampung menuju jalan raya terlebih dahulu. Setelah itu kami harus naik mobil angkutan umum kecil semacam angkot yang disebut oplet oleh penduduk setempat menuju Balai Karangan. Dari Balai Karangan kami masih harus menaiki bis semacam metro mini menuju Sanggau. Perjalanan tersebut ditempuh dalam waktu sekitar 3 jam. Kami berangkat pukul 10 pagi dan tiba pukul setengah 2 siang di Pastoran, Sanggau tempat diadakannya Gawai Dayak tersebut.

Disana kami melihat beberapa perlombaan seperti menyumpit dan gasing, sayangnya Kecamatan Entikong belum bisa merebut gelar juara tahun ini. Pada sore hari diadakan lomba lagu daerah. Malam hari diadakan lomba duta daerah Sanggau yaitu Domamakng-Domia yang mirip dengan kontes Abang-None khas Jakarta. Perwakilannya adalah delegasi dari tiap kecamatan di Kabupaten Sanggau. Kontes ini agak kurang mengasah bakat karena hanya menggunakan teknik pidato hapalan, bahasa inggris yang kurang lancar, dan sedikit pose. Setelah itu para peserta hanya memberikan informasi terkait busana yang dikenakannya. Jadi perlombaan ini lebih kepada peragaan busana dibanding mencari duta daerah. Yang cukup disayangkan kecamatan Entikong tidak ikut berpartisipasi dalam perlombaan ini.

Pada Gawai ini ada pula pertunjukan lagu-lagu yang dimainkan secara live oleh perwakilan tiap kecamatan yang dimainkan di Rumah Betang. Setiap kecamatan diberikan tempat masing-masing sebagai basecamp dan mendapat waktu masing-masing untuk memainkan lagu tradisionalnya. Selain itu di kawasan Gawai ini terdapat pula lomba membuat motif Dayak khas tiap kecamatan di sebuah tiang. Selain beragam perlombaan tiap kecamatan juga mendapat stand untuk menunjukkan kerajinan khas hasil daerahnya masing-masing. Selain stand tiap kecamatan beberapa instansi dan beberapa badan usaha juga tampak mengisi stand. Sebagian besar kerjainan berupa baju khas Dayak dengan berbagai motif manik-manik, ukiran kayu, hiasan berupa manik-manik, kain dengan motif khas, serta ukir-ukiran rumah adat.

Analisa kegiatan :
Pada Gawai ini kami tidak terlalu mendapatkan kerajinan khas Entikong selain yang terdapat di stand. Karena itu kami harus mencari lagi dari berbagai sumber.
Menurut kami Kecamatan Entikong belum terlalu terlihat aktif dalam mengikuti perlombaan pada Gawai Dayak ini.


sedikit catatan:
Hari ini semacam free day untuk kami.. Yah, sebenarnya ini berkaitan juga sama program kelompok kami yaitu program kerja potensi wisata.. Seru banget karena bisa jalan-jalan hari ini..

Paling seru pas malam hari, kita mau gak mau harus menginap di Sanggau.. Ternyata kita ga dapet hotel.. Hotel di dekat Pastoran sudah penuh.. Akhirnya kami menginap di masjid :D

No comments:

Post a Comment

your comment here..